• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 10 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Mawar Hitam Praja Buana

Nafi’ Syaifuddin by Nafi’ Syaifuddin
29 April 2021
in Puisi
0
Mawar Hitam Praja Buana

https://unsplash.com/photos/7hj3VwbdI_o

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Perdu hias yang menjalari peri persinggahanku

Tumbuh ranum menjadi bunga latar di bibir bahar

Berlayar mengarungi selat menyelisik silang siur perkotaan

Tunggang-langgang dari getirnya hilir kasta perkampungan

 

“Tak sudi ku jadi babu!” Tukasnya padaku tandas

 

Karena hidup di bawah tekanan seratus ribu

Laksana seonggok pendulang batu, berat dan terinjak sewaktu-waktu

Kiranya jua, termarginalkan dari ulayah sang adiwangsa

Aus diseret gelombang arus strata cendana

 

Berjibaku di malam yang paling buta

Adalah solusi durjana tawaran Ibu kota

Mengumbar suara guna membius tamu adigung yang kalap belaian

Demi carik rupiah bercoreng paras pahlawan

 

Dia bunga mawar yang tumbuh liar

Mekar di bawah siraman lampu dan gaungnya lagu

Mengajak sinuhun berdendang girang

Tatkala upah sawer kian tak terbilang

 

Raganya limbung, terhuyung-huyung irama musik tagar

 

Alkohol sebagai pemutus urat malu Kala goyang senggol kian beradu

Merayu paduka raja mendaki bukit nafsu Agar tarikan nafas terus memburu

 

Sukmanya tungkus lumus dalam lembah hitam kesangsian

 

“Aku ingin layu dari tangkai duriku.” Sesalnya padaku

 

Berjihad lepas landai meninggalkan puncak nista praja buana

Bersimpuh terpekur nan tersujud sungkur Tersedu-sedu meratapi sumpah serapah di hulu

Hingga aku mafhum, aku hanyalah anak Tuhan yang rantau

Tags: anak Tuhan yang rantaumawar hitampraja buanapuisi malam
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pekerja Malam

Next Post

Perjalanan Menuju Tarempa, Kepulauan Anambas

Nafi’ Syaifuddin

Nafi’ Syaifuddin

Lahir di Grobogan, 17 November 1995. Beralamat di Ds. Tegowanu kulon Kec. Tegowanu Kab. Grobogan. Media sosial @navisay_

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Ali Syari’ati: Mempercayai Tuhan Sekaligus Menjaga Alam dan Hubungan Sesama Manusia

Ali Syari’ati: Mempercayai Tuhan Sekaligus Menjaga Alam dan Hubungan Sesama Manusia

16 February 2022
Nirwana Khatulistiwa

Nirwana Khatulistiwa

3 August 2021
Drama Korea Yumi’s Cell dan Mencintai Diri

Drama Korea Yumi’s Cell dan Mencintai Diri

3 November 2021
Bersetubuh dengan Kata

Bersetubuh dengan Kata

24 March 2021
Puasa Puisi: Perayaan Sastra Lintas Bahasa

Puasa Puisi: Perayaan Sastra Lintas Bahasa

31 March 2024
Menemui Emosi dari Diri

Menemui Emosi dari Diri

20 August 2021
Dari Rongsokan ke Cambridge dan Harvard

Dari Rongsokan ke Cambridge dan Harvard

4 September 2022
Jumat Berkah dan Kelahiran

Jumat Berkah dan Kelahiran

18 March 2022
4 Nilai Humanistik dalam Film “Hotel Transylvania: Transformania”

4 Nilai Humanistik dalam Film “Hotel Transylvania: Transformania”

1 March 2022
Bukti Pemerintah Serius Menangani Pandemi Covid-19

Bukti Pemerintah Serius Menangani Pandemi Covid-19

9 August 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.