• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Wednesday, 25 February 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Hisap Aku hingga Putih dan Puisi Lainnya

S. Kamar by S. Kamar
3 August 2025
in Puisi
0
Hisap Aku hingga Putih dan Puisi Lainnya

Ilustrasi Zex | Sumber: Pinterest

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Hisap Aku hingga Putih

bulan merabun
serbuk langit bebal
pohon dan batu tak bergaris hitam
coreng malam yang sumuk
punggung merindukan dekapan hujan
cuma kilatan dan gemuruh di selatan

aduh, kasih
hisap gelap yang pekat ini
besok atau lusa
dengan dua matahari di pangkuanmu itu
hingga putih
di pembaringan

di balik pintu tanah
tanpa jendela, tanpa kunci
yang hangat dan erat

 

Almanak Tua

di malam yang bernama-nama
kau mendongak
lempengan cahaya langit yang kilat-kilat
kau hitung-coret buntung dan untung almanak tua

gugusan benda langit
gerak edar ekor naga
tujuh rasi bintang timur laut
bapak tani menabur benih di ladang
ibu tani membuntalnya jadi bekal di perjalananmu

kau susuri hembusan arah mata angin
terbuka lembaran kitab pedoman diri

 

Di Punduk Bulan

di punduk bulan yang cekung
semalaman kita bercinta
di kepungan hangat tubuhmu yang tak berlebihan
lekat tanpa celah

cekung bulan yang menawan
juga wewangian rempah di tubuhmu mengaduk dalam cawan

aku teguk kau
kau teguk aku
termandam diri di langit paling atas
malayang-layang hingga diri pun hilang

 

Kapak dan Mawar

kau dijaga semut berpayung besi
dari toa pagi kabarkan maut

malaikat dengan kapak dan mawar
tersenyum di pojok-pojok jalan
siap membelah dada
dan selipkan harum di antaranya

getar jiwamu di penghabisan malam
berdesakan di tengadah tangan
menjorok ke langit
menggelepar harum serbuk-serbuk cintamu

kau menunggu kapak dan mawar
di waktu rahasia

 

Terjerat

aku terperangkap di kolong langit
terjerat rantai-rantai kitab asal mula dan akhir

di tengah kabut pekat Kurukshetra dan bimbang Arjuna
Kresna bersabda; kau kesatria
bertempurlah

di garis-garis penghabisan
berserak kabung dan sukacita

kulilit erat rantai-rantai di tubuhku
dan sepi

 

2025

Tags: metaforpuisiS Kamarsajaksastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Going Ohara #2: Ketika One Piece Menjelma Ruang Serius Ilmu Pengetahuan

Next Post

Ozzy Osbourne dalam Ingatan: Sebuah Perpisahan Sempurna

S. Kamar

S. Kamar

Mahasiswa Pascasarjana PBSI Universitas Negeri Yogyakarta, menulis puisi dan prosa, terkadang menjadi pendeklamasi. Prosa pertamanya Jejak Samalas (2020), juga beberapa karya lain yang termuat digital maupun cetak. Bisa disapa di Instagram @smskmrr

Artikel Terkait

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya
Puisi

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025

Ketika Kita Sama-Sama Telanjur Tinggal kau mengikat sepatumu di teras aku mengikat napas agar tidak membentur kalimatmu di antara kita...

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya
Puisi

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

14 August 2025

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya setiap malam ia menyetrika tubuhnya di depan kaca mencari lipatan-lipatan yang membuat lelaki itu malas pulang...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Tuntunan atau Tips Merayakan Valentine untuk Jomblo

Tuntunan Merayakan Bulan Asmara ala Jomblo

17 February 2021
Bebatuan dan Anyir Air

Bebatuan dan Anyir Air

23 March 2021
Gambar Artikel Kawi Matin di Negeri Anjing dan Fragmen Kemiskinan

Kawi Matin dan Fragmen Kemiskinan

21 January 2021
Warna

Warna

11 May 2023
Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar

Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar

21 October 2025
Pemberdayaan Perempuan sebagai Pemangku Peradaban

Pemberdayaan Perempuan sebagai Pemangku Peradaban

10 April 2022
Fenomena ‘Ngapak’

Fenomena ‘Ngapak’

26 November 2021
Pulang

Pulang

22 April 2022
Menyuarakan Mereka yang Terbungkam

Menyuarakan Mereka yang Terbungkam

18 April 2022
Depresi Besar, Kaum Pekerja, dan Hilangnya Harapan

Depresi Besar, Kaum Pekerja, dan Hilangnya Harapan

30 April 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (69)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (56)
  • Metafor (222)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (143)
    • Resensi (21)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.