• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 09 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Hikayat Jenderal Koruptor

Puisi-puisi Syukur Budiardjo

Syukur Budiardjo by Syukur Budiardjo
31 January 2021
in Puisi
0
Gambar Artikel Puisi Hikayat Jenderal Koruptor

Sumber Gambar : https://mir-s3-cdn-cf.behance.net/project_modules/source/bf4f8f46328979.58503dc8bf191.jpg

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Puisi Hikayat Jenderal Koruptor

 

Tersebutlah di dalam hikayat ini
Seorang jenderal berbintang dua
Tentu dengan sangat gagah berani
Lalu kalap menilap uang negara

Padahal dia seorang perwira tinggi
Yang tentu kayak untuk dihormati
Serta tentu layak pula jadi teladan
Bagi mereka yang menjadi bawahan


Akan tetapi tabiat sang jenderal
Memang sungguh tidak bermoral
Karena wataknya bagaikan kadal
Kelakuannya juga terlihat kumal

Ratusan miliar rupiah telah dijarah
Tanpa sedikit pun merasa bersalah
Karena semua dibuat seolah lumrah
Meski nilainya sangat melimpah ruah


Ia bersekongkol dengan pengusaha
Menggunakan cara atau modus lama
Melipatgandakan nilai atau harganya
Hingga untung segunung diperolehnya

Dengan jimat kekuasaan yang dipegang
Ia mencuri tanpa sedikit pun rasa bimbang.
Ia ramnpok uang negara berdasar wewenang
Seperti harimau yang terlepas dari kandang


Kekayaannya tentu tak sebanding dengan gaji
Yang diperolehnya sejak menjadi perwira pertama
Meski dikumpulkan bertahun-tahun lamanya
Hingga ia kini menjadi seorang perwira tinggi

Agar kekayaannya tak mudah diketahui
Maka kekayaannya itu harus dicuci
Untuk itu ia kemudian menikah lagi
Memalsukan nama dan umur ia jalani

Istri mudanya memang benar-benar muda
Ia mantan ratu kecantikan di sebuah kota
Diberikannya rumah mewah bagaikan istana
Yang tentunya terserak di mana-mana                                                                  

 

Istri mudanya yang lain juga berumah megah
Di samping itu tentu juga bermobil mewah
Hartanya tersebar di mana-mana melimpah
Pasti membuat semua orang jadi terperangah

Selain diatasnamakan istri-istri mudanya
Kekayaan hasil korupsi dari uang negara
Yang nilainyai tentu sangat tiada terkira
Juga diatasnamakan saudara dan mertua

Hasil korupsi uang negara kemudian dicucinya
Hingga dengan cepat telah berubah bentuknya.
Menjadi pom bensin, tanah, perkebunan, sawah
Perusahaan pengangkutan dan tentu saja rumah

Akan tetapi, semua cerita tentu saja ada akhirnya
Atau semua hikayat tentu saja akan tamat
Sang jenderal koruptor tertangkap aparat KPK
Hingga kini mendekam di balik terali besi berkarat

Demikianlah hikayat jenderal koruptor
Yang bergelimang dengan perbuatan kotor
Semua kekayaannya telah disita negara
Katanya dimiskinkan kembali seperti sedia kala

Cibinong, Mei 2020 

 

Puisi Berkata dan Tertawa Gila


Ketika kamu ketahuan korupsi
uang negara yang nilainya berlipat-lipat,
aku berkata: Gila!
Padahal, kamu wakil rakyat.

Ketika kamu ketahuan korupsi
uang negara yang nilainya sungguh hebat,
aku berkata: Gila!
Padahal, kamu layaknya birokrat.

Ketika kamu ketahuan korupsi
uang negara yang nilainya memerlukan nyali,
aku berkata: Gila!
Padahal, kamu Ketua Mahkamah Konstitusi.

Ketika kamu ketahuan korupsi
uang negara yang nilainya tak terperi,
aku berkata : Gila!
Padahal, kamu seorang menteri.

Ketika korupsi terjadi di mana-mana
yang dilakukan pejabat, partai, dan penguasa,
aku berkata dengan nada tertawa: Gila!
Padahal, seharusnya mengurusi rakyat yang menderita.

Jakarta, 12 November 2020

 

Ngeri-ngeri Sadap

Korupsi itu 

ngeri-ngeri sadap.

 

Jakarta, Maret 2020

Tags: korupsikoruptorpenjahatuang rakyat
ShareTweetSendShare
Previous Post

Solilokui Seorang Koruptor

Next Post

Promothean

Syukur Budiardjo

Syukur Budiardjo

Penulis dan Pensiunan Guru ASN di DKI Jakarta. Alumnus Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Jurusan Bahasa Indonesia IKIP Jakarta. Menulis artikel, cerpen, dan puisi di media cetak dan daring. Menulis buku kumpulan puisi Mik Kita Mira Zaini dan Lisa yang Menunggu Lelaki Datang (2018), Demi Waktu (2019), Beda Pahlawan dan Koruptor (2019), buku kumpulan esai  Enak Zamanku, To! (2019), dan buku nonfiksi Strategi Menulis Artikel Ilmiah Populer di Bidang Pendidikan Sebagai Pengembangan Profesi Guru (2018). Akun Facebook, Instagram, dan Youtube menggunakan nama Sukur Budiharjo.

Artikel Terkait

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Bahagia itu Sederhana

3 July 2021
Gambar Artikel Pengarang Feminis

Pengarang Feminis

9 January 2021
Depresi Besar, Kaum Pekerja, dan Hilangnya Harapan

Depresi Besar, Kaum Pekerja, dan Hilangnya Harapan

30 April 2021
4 Alasan Fundamental Mengapa Kita Perlu Membaca

4 Alasan Fundamental Mengapa Kita Perlu Membaca

3 April 2022
Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya

Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya

3 October 2026
Soledad

Soledad

7 September 2021
Cerpenis Itu Bernama Raa

Cerpenis Itu Bernama Raa

15 September 2021
Perubahan Budaya Organisasi di Masa Pandemi

Perubahan Budaya Organisasi di Masa Pandemi

26 December 2021
Dari Rongsokan ke Cambridge dan Harvard

Dari Rongsokan ke Cambridge dan Harvard

4 September 2022
Puasa dalam Pandangan Budaya Pop dan Gejala Pseudo-Spiritualisme

Puasa dalam Pandangan Budaya Pop dan Gejala Pseudo-Spiritualisme

6 April 2022
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss
  • Tunggul

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (238)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.