• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 09 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Kolom Esai

Pendidikan Virtual: Belajar Mandiri di Tengah Pandemi

Ai Neulis by Ai Neulis
20 November 2020
in Esai
0
Gambar Artikel Pendidikan Virtual : Belajar Mandiri di Tengah Pandemi

Sumber Gambar: 123RF.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Kita tahu bahwa pendidikan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Melalui pendidikan kita mampu belajar dan mengetahui banyak hal. Menurut M.J. Langeveld, pendidikan adalah upaya dalam membimbing manusia yang belum dewasa ke arah kedewasaan.

Tetapi, sejak pertengahan bulan Maret tahun 2020, sebagian wilayah Indonesia mengalami sistem pendidikan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Hal itu terjadi ketika virus korona (Covid-19) yang berasal dari Wuhan, Cina, masuk ke Indonesia. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo angkat suara bahwa untuk sementara segala kegiatan harus dilakukan di rumah. Keadaan tersebut tentunya memunculkan suasana baru bagi mereka yang terbiasa melakukan kegiatan di luar rumah. Apalagi untuk para pelajar yang tengah menimba ilmu.

Adanya Covid-19 membuat sistem pendidikan dilakukan secara daring (dalam jaringan). Prof. Dr. Paulina Pannen menyebutnya dengan virtual learning yang berarti kegiatan belajar mengajar terjadi di kelas maya dengan bantuan jaringan internet. Hal tersebut dilakukan karena terpisahnya ruang-waktu antara pendidik dan pelajar. Umumnya, pendidikan virtual dilakukan dengan dua cara, yaitu synchronous dan asynchronous.

Synchronous adalah pembelajaran dalam titik waktu yang sama, dilakukan secara tatap muka di dunia maya. Biasanya melalui aplikasi Zoom atau Google meet. Sedangkan, asynchronous adalah pembelajaran dalam titik waktu yang berbeda. Jadi, pendidik dan pelajar tidak bertatap muka di dunia maya. Namun, sistem belajar dilakukan melalui WhatsApp Group, Google Classroom, dan E-mail.

Pendidikan virtual yang terjadi menuntut pelajar untuk lebih mandiri. Karena, dalam pembelajaran kali ini pelajar dituntut untuk bisa mengoperasikan teknologi, terutama gawai dan laptop. Selain itu, pelajar juga harus bisa mengaplikasikan Microsoft Office—meliputi word, excel, dan powerpoint.

Hal itu di karenakan, kegiatan belajar mengajar akan melalui gawai atau laptop serta berbagai aplikasi. Sebenarnya, jika kegiatan belajar mengajar dilakukan secara luring (luar jaringan) pelajar tetap diharuskan untuk menguasai berbagai aplikasi dan mampu mengoperasikan teknologi.

Namun, perbedaannya adalah, jika luring pelajar jarang menggunakan gawai atau laptop dalam pembelajaran. Sebab, pendidik dan pelajar tidak terpisah oleh ruang-waktu, hal itu menimbulkan komunikasi yang lebih leluasa di antara pendidik dan pelajar. Jika pembelajaran secara daring, komunikasi sangat terbatas dan tidak leluasa. Penyebab yang paling umum terjadi karena koneksi buruk yang dialami oleh pendidik dan pelajar.

Pendidikan virtual membuat pelajar harus lebih ekstra dalam menggali informasi untuk belajar. Karena, fasilitas perpustakaan tidak terjangkau, akan tetapi hal ini mampu memicu timbulnya ke kreatifan pada diri pelajar. Seperti dikutip dari jpnn.com, menurut Jokowi, pandemi dengan segala dampaknya di setiap sendi kehidupan justru menyadarkan semua pihak akan pentingnya sumber daya manusia (SDM) tangguh yang mampu bergerak dengan cara-cara luar biasa dalam beradaptasi menghadapi kesulitan sehingga unggul dalam persaingan. Jokowi menyampaikan hal tersebut saat meluncurkan program Merdeka Belajar Episode 6 yang mengangkat tema Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi secara virtual, Selasa (3/11).

Dari perkataan Presiden Republik Indonesia, kita bisa mengetahui bahwa beradaptasi menghadapi kesulitan sehingga unggul dalam persaingan memiliki makna yakni pelajar memang dituntut untuk lebih mandiri dalam belajar di masa pandemi. Belajar mandiri di masa pandemi memang banyak sekali hambatan. Tetapi, hal itu tidak membuat pelajar putus asa dalam menuntut ilmu. Bahkan, sebagian pelajar terdorong untuk lebih maju meski pembelajaran harus dilakukan melalui dunia maya. Selain mandiri, pelajar juga lebih kreatif, contohnya dalam mengerjakan tugas yang berbentuk powerpoint atau karya video.

Dikutip dari Jpnn.com, lebih lanjut Jokowi mengatakan, saat ini merupakan abad digital. Oleh karena itu, berbagai riset dan pengembangan teknologi di bidang digital sudah semestinya mendapatkan prioritas utama.

Hal tersebut lebih memperjelas bahwa pelajar tidak boleh kalah dari teknologi. Dengan kata lain, jangan gagap teknologi (gaptek). Dimana dalam mencari informasi untuk pembelajaran daring, pelajar harus lebih menggali informasi dan bisa membedakan apakah itu fakta atau hoaks. Maka, dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam mencari informasi. Tidak hanya sekadar copy-paste, namun harus dicari tahu seluk-beluk tentang informasi tersebut.[]

Tags: belajar di masa pandemicoronadaringgoogle classroomgoogle meetjokowipandemipendidikanvirtualzoom
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mengapa Jamie Vardy Layak Jadi Guru untuk Kaum Pekerja?

Next Post

Kehutanan yang Maha Hijau

Ai Neulis

Ai Neulis

Mahasiswi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kelahiran Garut yang kini bermukim di Banyumas, Jawa Tengah. Bisa disapa di Facebook Ai Neulis Nursafitri atau Instagram @annju02

Artikel Terkait

100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
Esai

100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya

4 October 2026

Dalam tulisan ini, saya tidak akan menganalisis karya dari Kho Ping Hoo karena saya menyadari keterbatasan kapasitas diri yang belum...

Matinya Ratu Adil?
Esai

Matinya Ratu Adil?

1 September 2026

Di Indonesia, ada kisah kepercayaan bahwa ketika keadaan dunia sedang dilanda kekacauan, akan muncul seorang penyelamat yang sering disebut Ratu...

Jalan Keluar Atas Jebloknya Matematika
Esai

Jalan Keluar Atas Jebloknya Matematika

23 June 2026

Pada tanggal 26 Mei lalu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah...

Melawan Tirani Kebahagiaan
Esai

Melawan Tirani Kebahagiaan

17 March 2026

Tubuh kita memproduksi setidaknya empat hormon yang berkaitan dengan rasa bahagia, yaitu dopamin, endorfin, serotonin, dan oksitosin. Keempat hormon ini...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya

100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya

4 October 2026
Retorika Lucu

Retorika Lucu

11 August 2021
Melepas Kasih dalam Balutan Sastra

Melepas Kasih dalam Balutan Sastra

23 October 2021
Proses Menuju dan Lika-Liku Menjalani Hidup di Jerman

Proses Menuju dan Lika-Liku Menjalani Hidup di Jerman

17 December 2021
Melankolia Perjalanan Musim

Melankolia Perjalanan Musim

5 July 2021
Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026
Takbiran Buruh, Hardiknas Ki Hadjar Dewantara dan Lebaran Pascapandemi

Takbiran Buruh, Hardiknas Ki Hadjar Dewantara dan Lebaran Pascapandemi

2 May 2022
Tontonan dari Bujursangkar

Tontonan dari Bujursangkar

20 June 2021
Monolog Rayap Terbang di Lantai 13

Monolog Rayap Terbang di Lantai 13

18 May 2021
Gambar Artikel Jangan Baper!

Jangan Baper!

23 December 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss
  • Tunggul

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (238)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.