• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Saturday, 21 March 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Kolom Esai

Pendidikan Virtual: Belajar Mandiri di Tengah Pandemi

Ai Neulis by Ai Neulis
20 November 2020
in Esai
0
Gambar Artikel Pendidikan Virtual : Belajar Mandiri di Tengah Pandemi

Sumber Gambar: 123RF.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Kita tahu bahwa pendidikan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Melalui pendidikan kita mampu belajar dan mengetahui banyak hal. Menurut M.J. Langeveld, pendidikan adalah upaya dalam membimbing manusia yang belum dewasa ke arah kedewasaan.

Tetapi, sejak pertengahan bulan Maret tahun 2020, sebagian wilayah Indonesia mengalami sistem pendidikan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Hal itu terjadi ketika virus korona (Covid-19) yang berasal dari Wuhan, Cina, masuk ke Indonesia. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo angkat suara bahwa untuk sementara segala kegiatan harus dilakukan di rumah. Keadaan tersebut tentunya memunculkan suasana baru bagi mereka yang terbiasa melakukan kegiatan di luar rumah. Apalagi untuk para pelajar yang tengah menimba ilmu.

Adanya Covid-19 membuat sistem pendidikan dilakukan secara daring (dalam jaringan). Prof. Dr. Paulina Pannen menyebutnya dengan virtual learning yang berarti kegiatan belajar mengajar terjadi di kelas maya dengan bantuan jaringan internet. Hal tersebut dilakukan karena terpisahnya ruang-waktu antara pendidik dan pelajar. Umumnya, pendidikan virtual dilakukan dengan dua cara, yaitu synchronous dan asynchronous.

Synchronous adalah pembelajaran dalam titik waktu yang sama, dilakukan secara tatap muka di dunia maya. Biasanya melalui aplikasi Zoom atau Google meet. Sedangkan, asynchronous adalah pembelajaran dalam titik waktu yang berbeda. Jadi, pendidik dan pelajar tidak bertatap muka di dunia maya. Namun, sistem belajar dilakukan melalui WhatsApp Group, Google Classroom, dan E-mail.

Pendidikan virtual yang terjadi menuntut pelajar untuk lebih mandiri. Karena, dalam pembelajaran kali ini pelajar dituntut untuk bisa mengoperasikan teknologi, terutama gawai dan laptop. Selain itu, pelajar juga harus bisa mengaplikasikan Microsoft Office—meliputi word, excel, dan powerpoint.

Hal itu di karenakan, kegiatan belajar mengajar akan melalui gawai atau laptop serta berbagai aplikasi. Sebenarnya, jika kegiatan belajar mengajar dilakukan secara luring (luar jaringan) pelajar tetap diharuskan untuk menguasai berbagai aplikasi dan mampu mengoperasikan teknologi.

Namun, perbedaannya adalah, jika luring pelajar jarang menggunakan gawai atau laptop dalam pembelajaran. Sebab, pendidik dan pelajar tidak terpisah oleh ruang-waktu, hal itu menimbulkan komunikasi yang lebih leluasa di antara pendidik dan pelajar. Jika pembelajaran secara daring, komunikasi sangat terbatas dan tidak leluasa. Penyebab yang paling umum terjadi karena koneksi buruk yang dialami oleh pendidik dan pelajar.

Pendidikan virtual membuat pelajar harus lebih ekstra dalam menggali informasi untuk belajar. Karena, fasilitas perpustakaan tidak terjangkau, akan tetapi hal ini mampu memicu timbulnya ke kreatifan pada diri pelajar. Seperti dikutip dari jpnn.com, menurut Jokowi, pandemi dengan segala dampaknya di setiap sendi kehidupan justru menyadarkan semua pihak akan pentingnya sumber daya manusia (SDM) tangguh yang mampu bergerak dengan cara-cara luar biasa dalam beradaptasi menghadapi kesulitan sehingga unggul dalam persaingan. Jokowi menyampaikan hal tersebut saat meluncurkan program Merdeka Belajar Episode 6 yang mengangkat tema Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi secara virtual, Selasa (3/11).

Dari perkataan Presiden Republik Indonesia, kita bisa mengetahui bahwa beradaptasi menghadapi kesulitan sehingga unggul dalam persaingan memiliki makna yakni pelajar memang dituntut untuk lebih mandiri dalam belajar di masa pandemi. Belajar mandiri di masa pandemi memang banyak sekali hambatan. Tetapi, hal itu tidak membuat pelajar putus asa dalam menuntut ilmu. Bahkan, sebagian pelajar terdorong untuk lebih maju meski pembelajaran harus dilakukan melalui dunia maya. Selain mandiri, pelajar juga lebih kreatif, contohnya dalam mengerjakan tugas yang berbentuk powerpoint atau karya video.

Dikutip dari Jpnn.com, lebih lanjut Jokowi mengatakan, saat ini merupakan abad digital. Oleh karena itu, berbagai riset dan pengembangan teknologi di bidang digital sudah semestinya mendapatkan prioritas utama.

Hal tersebut lebih memperjelas bahwa pelajar tidak boleh kalah dari teknologi. Dengan kata lain, jangan gagap teknologi (gaptek). Dimana dalam mencari informasi untuk pembelajaran daring, pelajar harus lebih menggali informasi dan bisa membedakan apakah itu fakta atau hoaks. Maka, dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam mencari informasi. Tidak hanya sekadar copy-paste, namun harus dicari tahu seluk-beluk tentang informasi tersebut.[]

Tags: belajar di masa pandemicoronadaringgoogle classroomgoogle meetjokowipandemipendidikanvirtualzoom
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mengapa Jamie Vardy Layak Jadi Guru untuk Kaum Pekerja?

Next Post

Kehutanan yang Maha Hijau

Ai Neulis

Ai Neulis

Mahasiswi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kelahiran Garut yang kini bermukim di Banyumas, Jawa Tengah. Bisa disapa di Facebook Ai Neulis Nursafitri atau Instagram @annju02

Artikel Terkait

Melawan Tirani Kebahagiaan
Esai

Melawan Tirani Kebahagiaan

17 March 2026

Tubuh kita memproduksi setidaknya empat hormon yang berkaitan dengan rasa bahagia, yaitu dopamin, endorfin, serotonin, dan oksitosin. Keempat hormon ini...

Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
Esai

Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains

12 February 2026

Ketika hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada tahun 2025 dari murid-murid kelas 12 Sekolah Menengah Atas dan sederajat dikatakan rendah,...

Memanusiakan Teknologi
Esai

Memanusiakan Teknologi

31 January 2026

Ada satu ironi yang sering luput kita sadari. Semakin canggih teknologi yang kita banggakan, semakin sering pula kita menemukan manusia...

Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
Esai

Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan

17 December 2025

Ada satu hal yang selalu membuat saya terdiam lama setiap kali mampir ke toko buku: harga buku yang makin hari...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Perempuan di Mata Asghar Ali Engineer

Perempuan di Mata Asghar Ali Engineer

29 June 2021
Gambar Artikel Kritik dan Karya adalah Sebuah Niscaya

Kritik dan Karya adalah Sebuah Niscaya

1 December 2020
Ode untuk Martir Pengetahuan: Puisi-puisi Moch Aldy MA

Ode untuk Martir Pengetahuan: Puisi-puisi Moch Aldy MA

11 January 2023
Gambar Artikel Ternak Ilmu(wan)

Ternak Ilmu(wan)

1 December 2020
Indonesia Tidak Punya Filsafat?

Indonesia Tidak Punya Filsafat?

27 April 2021
Menyoal Tirani: Pelajaran Penting Demokrasi Abad Ini

Menyoal Tirani: Pelajaran Penting Demokrasi Abad Ini

9 August 2022
Di Sepanjang Jarak antara Sepasang Kekasih

Di Sepanjang Jarak antara Sepasang Kekasih

13 July 2021
Dua Jam Sebelum Bekerja

Dua Jam Sebelum Bekerja

21 September 2025
Kidung Rindu

Kidung Rindu

11 June 2021
Senja Carita

Senja Carita

24 April 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (223)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (143)
    • Resensi (22)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.