• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Tuesday, 03 March 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Surat dari Eretria

Puisi-Puisi Hisyam Billya Al-Wajdi

Hisyam Billya Al-Wajdi by Hisyam Billya Al-Wajdi
7 February 2021
in Puisi
0
Surat dari Eretria

https://unsplash.com/photos/ZsYPpaeldTM

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Diriku ini Eretria, cukup itu jangan usut lagi

Aku menggeram sangat panjang

Di celah jung yang mengapung pada lautmu

Ketika langit perlahan menghisap lajur kehibukan

 

Di Fiat Tagliero dapat kau saksikan

Mata hatiku menyepuh burung-burung bikinan para pendayung

Separuh wajahku adalah jelmaan dewa ruci

Dalam atmaku ada seorang bayi meronta-ronta minta susu

Raung tangisnya bergemuruh buat waktu tipis ini runtuh

Di atas tanahku ada cahaya berlabuh

Daun-daun jatuh dan tumbuh sepanjang detik

Ada bisikan yang berdenting memasuki gerbang kotaku

Para pendayung itu

Meremas bisikan itu

Kemudian melemparkannya ke arah cakrawala

2020

 

BUAT ALINA

Ku letakkan matahari diatas meja

Ku iris-iris bagai sebutir tufah cina

Ke jadikan rembulan sebagai lalapan

Ku kunyah dengan datar yang basah

Ketika itu

Cinta menjadi lauk paling lezat

Sekaligus racun paling nikmat

Sayangku…

2020

 

PADA SEBUAH LANGKAH

Engkau dengar derap

Dan kelebat bayang dalam temaram

 

Seribu langkah kuayun tanpa arah

Dengan hati yang gamang dan cakap serampangan

Di atas matahari memandang

Mimpi-mimpi yang berpusing sekitar kepalaku

“Hanya tersisa secuil waktu”

Aku harus bagaimana,berbuat apa

Cahaya tak lagi memandu jalanku

Dalam kekalutan ini

Dimanakah uluran tangan Yang Sejati

Aku sudah bertahan

Dari badai topan juga gelegak lautan

Birahi sudah ku jinakkan

Tapi kenapa aku seperti ditaburi serbuk-serbuk nir

Selain pasrah

Dengan apa aku lawan gejolak gelisah

2020

 

SENJA ITU IBU

Senja itu ibu

Tiba-tiba

Terbungkus nganga cahaya

Cahaya itu dapat melesat kesana

Sebab di topang kesepian,juga semesta pada sayapmu

Senja itu ibu

Tak bisa kita jangkau

Ibu langkahku

Perlahan mengayun ke sluruh risau

Dalam usia pada hari-hari merdeka

Ibu, berbalut bayang matahari yang kerdil ini

Aku akan peristri

Senja dan sebuah semenanjung yang sepi

2020

 

RINDUKU PADA TAUFIQ ISMAIL

Rinduku pada gua

Adalah rindu sarang laba-laba

Dan tai kelelawar yang begitu menyengat baunya

 

Rinduku pada sungai

Adalah rindu mekar teratai

Yang tergunjang hebat

Kala hujan turun lebat

 

Rinduku pada gadingsari

Adalah rindu berputarnya roda pedati

Yang kadang terantup batu

Di jalan yang dijuluki jegongan sewu

 

 

Rinduku pada Taufiq ismail

Adalah rindu ikan kepada umpan di kail

Yang ia makan secul demi secuil

2020

 

 

TANAH PUTIH

Sambil tersenyum

Lelaki itu mengutuk geram

Cahaya yang membayang diatas pendiangan

 

Diatas tanah itu,tercium aroma

Sebuah negri yang takkan tertaklukan

Dan pohon-pohon melengkapkan usia

Dan batu-batu menjegal kehidupan

Menuju baqa

 

Lelaki itupun diam

Hanyut dalam lamunan

Sukmanya mengejar matahari

Ketika kenangan murung menyambangi hati

2020

 

SEBUAH SAJAK CINTA YANG SEDERHANA

Sebab aku sangat mencintamu

Maka tak  ada senoktah pun keinginan untuk memilikimu

 

Kutanam nyawaku tepat di depan jantungmu

Agar setiap sayatan yang mengenaimu

Dapat aku tangkis slalu

Biar aku yang berdarah dan terkoyak dahulu

Setiap kali ku dengar namamu

Ingatan ku seperti di bimbing terbang

Menuju perjamuan bunga-bunga

Dan mega basah yang memayunginya

Lazuardi yang takkan fana

 

Cinta yang asing ini

Begitu kejam menyeretku pada jurang rindu tak bertepi

Kepada puisi yang senantiasa terjamah sepi

Kepada aroma bunga yang wanginya menindas duka lara

 

Sebab aku sangat mencintamu

Maka tak ada senoktah pun keinginan untuk memilikimu

Sebab karenanya

Cintaku takkan mampu dijerat waktu

Biar kau abadi dalam puisi

2020

 

SAJAK SEDERHANA DI BERINGHARJO

Kulihat beberapa orang dengan celana kumal dan lusuh,wajah lelah bersitegang dengan urat-urat kemiskinan, keresahan yang tak berkesudahan. Mereka bersijingkat kembali, lelahnya menggugur,dengan penuh keyakinan ia pungut sampah disekitarnya “sampah bukan sebuah buangan, ia adalah sesuatu yang berpindah tahapan” gumamku, ku beri orang itu selembar uang lima ribu, ia berkata padaku” ku doakan kau sampai anak cucumu”

Kulihat beberapa orang memanggul karung-karung hilir mudik memasuki pelataran pasar untuk menghantar. Mereka dengan sigap dan teratur menaiki anak tangga menuju los-los di lantai atas, menghantarkan sesuatu yang menjadi sebab dapat gaji, gajinya upah yang rendah. Kuberi mereka uang lima ribu, salah seorang berkata padaku “semoga Tuhan melindungimu” lainya berkata padaku “akankah kau malaikat putih itu?” semoga tuhan melimpahkan maunahNya kepada kita.

2020

 

SAJAK ETIKA SEDERHANA

Jika suka mengadu domba

Akan dicampakkan dari cahaya

Jika suka menyalahgunakan kekuasaan

Tunggulah gelombang pemberontakkan

Jika suka menimang nafsu akan memanggul beban keinginannya sendiri

Jika suka menebar jarring fitnah

Akan terjerat dalam linkarang kebencian

2020

 

IMPIAN

Impian bagai riak-riak ombak

Memukul-mukul jasad

Juga seperti matahari yang memanggang badan

Tak bisa kau pungkiri cakrawala terbentang lapang

Nampakkan luka,sembunyikan bunga-bunga

2020

Tags: ibupuisi alinasenjasurat dari eretriataufiq ismail
ShareTweetSendShare
Previous Post

Gejala Kebudayaan Hilang di Era Pandemi

Next Post

Apakah Koruptor Layak di Dor?

Hisyam Billya Al-Wajdi

Hisyam Billya Al-Wajdi

Penulis lahir di Bantul, Yogyakarta. Pada 11 Februari 2002. Saat ini menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga, Prodi Aqidah Filsafat Islam. Puisinya dimuat beberapa media  dan antologi bersama. Selain berkecimpung di dunia kampus, penulis juga menyibukkan diri mengelola kebun di halaman belakang rumah. Penulis menetap di Bantul,Yogyakarta.

Artikel Terkait

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya
Puisi

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025

Ketika Kita Sama-Sama Telanjur Tinggal kau mengikat sepatumu di teras aku mengikat napas agar tidak membentur kalimatmu di antara kita...

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya
Puisi

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

14 August 2025

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya setiap malam ia menyetrika tubuhnya di depan kaca mencari lipatan-lipatan yang membuat lelaki itu malas pulang...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Sali dan Suli.

Sali dan Suli

6 November 2020
Gelembung-Gelembung

Gelembung-Gelembung

19 November 2025
Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar

Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar

21 October 2025
Salam Terakhir

Salam Terakhir

8 February 2026
Indonesia Tidak Punya Filsafat?

Indonesia Tidak Punya Filsafat?

27 April 2021
Serba-serbi Kali

Serba-serbi Kali

1 March 2021
Anna Maria

Anna Maria

20 September 2021
Hujan Musim Kemarau

Hujan Musim Kemarau

25 October 2021
Depresi Besar, Kaum Pekerja, dan Hilangnya Harapan

Depresi Besar, Kaum Pekerja, dan Hilangnya Harapan

30 April 2021
Monolog Rayap Terbang di Lantai 13

Monolog Rayap Terbang di Lantai 13

18 May 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (69)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (56)
  • Metafor (222)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (143)
    • Resensi (21)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.