• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Wednesday, 14 January 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Kolom Esai

Kesetaraan atau Keadilan?

M. Rizki Yusrial by M. Rizki Yusrial
31 December 2020
in Esai
0
Gambar Artikel Kesetaraan atau Keadilan

Sumber Gambar: http://www.elenwinata.com/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Feminisme merupakan sebuah kata dengan makna yang sangat luas. Jika hanya menyebut bahwa feminis adalah gerakan untuk menuntut kesetaraan, sebenarnya merupakan tindakan yang mempersempit definisi. Ada beberapa hal yang sebenarnya jauh lebih dalam dari itu. Namun dalam hal ini kita hanya fokus dengan kesetaraan.

Dalam jurnal yang berjudul “Feminisme Indonesia Dalam Lintas Sejarah” yang ditulis oleh Ihda Hidayatul Aliyah dan Siti Komaria menyebutkan bahwa di dunia Barat, gerakan feminis sudah memunculkan diri lewat protes atas tindakan kekerasan. Namun, gerakan ini dikemas menjadi lebih formal dengan ditebitkannya sejumlah karya tulis yang memprotes ketidaksetaraan gender.

Protes dilancarkan berdasarkan status minoritas wanita. Kaum minoritas yang dimaksud bukan dari segi jumlah, melainkan dalam segi kekuatan. Hal yang tak terbantahkan adalah struktur biologis laki-laki memang dirancang oleh Pencipta ‘lebih kuat’ dibanding perempuan. Bagaimanapun gencarnya protes dilayangkan, hal ini tetap tak dapat dibantah. Namun berbeda dengan potensi diri dan kecerdasan.

Gerakan ini terus belanjut hingga memasuki Indonesia. Di Indonesia buku-buku atau artikel yang memuat kata “feminis” sudah banyak tersusun rapi di perpustakaan sejak tahun 90-an. Hal ini membuktikan bahwa di Indonesia pun sama. Wanita yang menjadi pemeran utama dalam gerakan Ini sering mendapat tindakan ketidaksetaraan oleh lawan jenisnya.

Saat ini Indonesia sudah memperlihatkan bahwa tindakan seksis sudah mengalami kemerosotan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya perempuan yang memiliki potensi diri menduduki posisi penting dalam pekerjaan. Terlebih Indonesia sendiri sudah pernah dipimpin oleh presiden perempuan.

Ini adalah kabar baik, mengingat wanita dapat melakukan sesuatu yang sama dengan laki-laki sesuai dengan keinginan  potensi dirinya. Entah itu ibu rumah tangga, pengusaha, karyawan swasta, ataupun pekerjaan lainnya.

Namun, tak jarang kita temukan bahwa kehidupan patriarki masih ada di berbagai sektor. Fakta tersebut tentu wajar di berbagai kalangan masyarakat, sebab bagaimana sistem kedaerahan yang turun temurun membiarkan budaya itu terjadi dan masih awet.

Stereotip pembedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan sebenarnya sudah terjadi sejak mereka masih anak-anak. Mulai dari mainan yang dibedakan sampai ke pembagain tugas di dalam rumah. Anak perempuan sering diminta untuk membantu ibunya membereskan rumah, sementara anak laki-laki sering membantu pekerjaan ayahnya. Seperti membantu memperbaiki keran bocor, membuat kandang ayam dan lain sebagainya.

Esai ini sebenarnya bukan bermaksud untuk membahas perkembangan feminis di Indonesia. Tapi menyarankan untuk menggunakan diksi baru. Dibanding memakai kata “kesetaraan”, bagi saya jauh lebih pas jika menggunakan kata “keadilan”.

Ada perbedaan yang tegas dan kontras dari kedua kata tersebut. Menurut saya pribadi setara adalah pembagian porsi yang sama rata. Ketika ada dua anak yang berbeda umur, yang satu sudah bersekolah di sekolah menengah dan satunya lagi masih berada di jenjang sekolah dasar, sama-sama diberi uang jajan sebesar dua puluh ribu rupiah merupakan hal yang setara. Tapi apakah itu adil? Tentu tidak. Mengingat kebutuhan sekolah menengah dan sekolah dasar jelas berbeda.

Keadilan adalah sesuatu yang memberi porsi sesuai dengan kebutuhan. Meskipun berbeda nominal, jika yang didapatkan sesuai porsi maka itu adalah tindakan keadilan. Tapi hal ini sangat sulit untuk diterapkan. Sebab nominal selalu menjadi alat ukur utama dalam nilai keadilan.

Dalam ekonomi, perempuan dan laki-laki memang harus mempunyai kesempatan yang sama. Ketika laki-laki bisa menjadi bos besar, untuk perempuan juga tidak menunutup kemungkinan. Dan ini adalah sebuah kesetaraan yang adil. Namun, ada beberapa sektor yang membuat laki-laki dan perempuan memang harus dibedakan dan stereotip tidak bisa dihindari seperti di dunia olahraga.

Pada lomba tolak peluru internasional cabang atletik, misalnya, untuk atlet junior laki-laki harus melempar peluru dengan berat 7,25 kg. Sedangkan perempuan hanya melempar peluru dengan berat 4 kg. Perbedaan yang mencolok ini memang tidak menunjukkan kesetaraan. Namun hal ini adil karena seperti yang ada di awal-awal esai ini, bahwa hal tak terbantahkan laki-laki memiliki struktur biologis yang lebih kuat dari perempuan.

Dalam olahraga lain juga demikian, sangat tidak adil dalam dunia badminton jika ganda putra berhadapan dengan ganda campuran. Meskipun setara dalam jumlah. Masih banyak sektor-sektor lain yang memang sulit untuk tidak dibedakan. Untuk alasan-alasan inilah saya lebih setuju jika kesetaraan gender diganti dengan “keadilan gender”.[]

Tags: esaifeminismegenderIndonesiakeadilankesetaraan atau keadilanperempuan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Ada Apa dengan Pak Prabowo Subianto?

Next Post

Habis Sudah Setahun

M. Rizki Yusrial

M. Rizki Yusrial

Seorang mahasiswa filsafat asal Jambi yang ingin dibilang pintar lewat tulisan. Sebab selama sekolah hanya mendapat ranking 24. Ig: @mrizkiyusrial

Artikel Terkait

Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
Esai

Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan

17 December 2025

Ada satu hal yang selalu membuat saya terdiam lama setiap kali mampir ke toko buku: harga buku yang makin hari...

Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar
Esai

Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar

21 October 2025

Penulis: Jean-Luc Raharimanana Penerjemah: Ari Bagus Panuntun   2002. Buku-buku dibakar di depan rumah ayahku. Adalah militer. Adalah milisi. Mereka...

Ozzy Osbourne dalam Ingatan: Sebuah Perpisahan Sempurna
Esai

Ozzy Osbourne dalam Ingatan: Sebuah Perpisahan Sempurna

5 August 2025

Malam itu, saya belum ingin tidur cepat. Hingga lewat tengah malam dan hari berganti (Rabu, 23 Juli 2025) saya duduk...

Sastra, Memancing, Bunuh Diri: Mengenang Ernest Hemingway
Esai

Sastra, Memancing, Bunuh Diri: Mengenang Ernest Hemingway

28 July 2025

Jika bulan Juni sudah kepunyaan Sapardi, Juli adalah milik Hemingway. Pasalnya, suara tangis bayi-Hemingway pecah di bulan yang sama (21...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Cyber-Religion: Webinar Menemukan Sanad Belajar Agama di Jagat Maya

Cyber-Religion: Webinar Menemukan Sanad Belajar Agama di Jagat Maya

27 February 2021
Penjaring Ikan di Laut

Penjaring Ikan di Laut

2 April 2021
Gambar Artikel Puisi-Puisi Kema Ferri Rahman

Puisi-Puisi Kemas Ferri Rahman

5 November 2020
Sebuah Limerick yang Gagal

Sebuah Limerick yang Gagal

22 March 2022
Gambar Artikel Puisi Hikayat Jenderal Koruptor

Hikayat Jenderal Koruptor

31 January 2021
Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

21 December 2023
Nirwana Khatulistiwa

Nirwana Khatulistiwa

3 August 2021
Warna

Warna

11 May 2023
Gambar Artikel Jahm bin Shafwan: Sosok Ekstremis Klasik di Islam

Jahm bin Safwan: Sosok Ekstremis Klasik di Islam

28 December 2020
Fenomena ‘Ngapak’

Fenomena ‘Ngapak’

26 November 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”
  • Gelembung-Gelembung
  • Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm
  • Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman
  • Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar
  • Bersikap Maskulin dalam Gerakan Feminisme

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (67)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (54)
  • Metafor (219)
    • Cerpen (56)
    • Puisi (142)
    • Resensi (20)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.