• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Wednesday, 25 February 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Kolom Esai

Ozzy Osbourne dalam Ingatan: Sebuah Perpisahan Sempurna

Kukuh Basuki Rahmat by Kukuh Basuki Rahmat
5 August 2025
in Esai
0
Ozzy Osbourne dalam Ingatan: Sebuah Perpisahan Sempurna

Ilustrasi Martin Krastev | Sumber: Pinterest

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Malam itu, saya belum ingin tidur cepat. Hingga lewat tengah malam dan hari berganti (Rabu, 23 Juli 2025) saya duduk di sofa sambil scrolling media sosial. Hingga sekitar pukul 2 dini hari, saya melihat banyak sekali akun yang memposting wajah Ozzy Osbourne. Saya kira itu adalah berita kelanjutan dari konser perpisahannya yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu. Sejenak gembira. Namun, saya salah. Usai membaca captionnya lebih cermat, saya baru menyadari itu adalah berita duka.

Bagi saya, berita itu cukup memukul. Pertama, saya baru saja menyelesaikan sebuah artikel tentang musik metal yang dari sana saya jadi tahu peran sentral Black Sabbath dan Ozzy Osbourne dalam berkibarnya genre musik metal. Bersama Led Zeppelin, mereka seperti “peletak fondasi” musik metal di seluruh dunia. Pengaruh Ozzy seolah tak lekang dimakan waktu walaupun musik metal telah berkembang dan melahirkan bermacam-macam subgenre. Setelah tulisan ini terbit, rasa kagum saya terhadap Ozzy Osbourne semakin bertambah.

Kedua, berita tentang konser perpisahannya yang dilaksanakan di Villa Park. Kandang tim sepak bola Aston Villa itu sekaligus tempat yang sangat dekat dengan awal terbentuknya band Black Sabbath. Selain cukup emosional dan sentimental, konser itu seperti sebuah komitmen Ozzy Osbourne terhadap heavy metal. Sebaliknya, antusiasme penonton dari berbagai generasi yang memenuhi konser bertajuk Back to The Beginning itu menegaskan posisi Ozzy Osbourne sebagai ikon metal sepanjang masa. Dan ironisnya saya hanya bisa melihat cuplikan-cuplikannya di berbagai akun media sosial dan belum berhasil menemukan video utuh dari konser tersebut.

Sayang sekali, berita kematian itu ternyata datang lebih cepat daripada usaha saya untuk dapat menonton konser terakhir Prince of Darkness tersebut. Sebuah kenyataan pahit yang saya alami secara tiba-tiba. Pada hari kematiannya, saya hanya membagikan ulang beberapa unggahan dukacita dari berbagai akun Instagram sambil menuliskan “Perfect Farewell, Goodbye Ozzy Osbourne…” sambil sedikit menangis karena kehilangan satu lagi ikon musik rock yang sedikit banyak mempengaruhi hidup saya.

Osbourne dalam Ingatan Saya

Sebagai penggemar musik rock sejak kecil, saya pastinya tak asing dengan nama Ozzy Osbourne. Hanya saja, kalau boleh jujur, saya baru benar-benat “mengikuti” Ozzy Osbourne sewaktu SMA. Saat itu kanal musik MTV menayangkan The Osbournes, sebuah reality show yang menyorot kehidupan sehari-hari keluarga Ozzy Osbourne. Dari acara inilah kesenjangan usia saya dengan Ozzy teratasi. Saya bisa melihat Ozzy dan keluarganya lebih dekat.

Pada waktu yang bersamaan, beberapa lagu dari Ozzy Osbourne ataupun Black Sabbath mulai sering diputar di MTV. Dari situ, ingatan saya kembali ke era ayah saya masih sering memutar kaset-kaset pita koleksinya pada saat saya SD. Kala itu satu dua lagu Ozzy Osbourne dan Black Sabbath terdengar walaupun waktu itu belum tahu itu lagu siapa dan judulnya apa. Satu yang teridentifikasi sangat familier dalam telinga saya adalah Changes, single bercorak balada yang terangkum dalam album “Black Sabbath Vol. 4” (1972).

Di waktu yang belum jauh juga, anak perempuan Ozzy, Kelly Osbourne, mulai meniti karir di panggung musik. Walaupun waktu itu lagu-lagunya lebih dekat ke pop punk ala Avril Lavigne daripada metal, spirit ayahnya tidak benar-benar hilang dari dirinya. Hal itu ditegaskan dalam video klip single pertamanya, Shut Up, ada scene Kelly menggigit permen coklat berbentuk kelelawar. Itu mengingatkan kita pada insiden ketika Ozzy Osbourne tidak sengaja menggigit bangkai kelelawar di atas panggung yang dikiranya sebuah mainan pada sebuah konsernya di Iowa tahun 1982. Kelly juga merilis single terkenal milik ayahnya yaitu Changes pada tahun 2003.

Jejak Musikalitas Ozzy

Mengenal musik heavy metal melalui Sepultura, Iron Maiden, dan Napalm Death membuat saya mau tidak mau dekat dengan Ozzy Osbourne–walaupun bukan fans berat. Semua personel Sepultura sangat nge-fans Black Sabbath dan Ozzy Osbourne. Bahkan pada tahun 1994 Sepultura ikut meramaikan album “Nativity in Black: A Tribute to Black Sabbath”. Dalam album kompilasi itu Sepultura membawakan Symthom of the Universe, lagu dari Black Sabbath yang dirilis pada tahun 1975.

Iron Maiden pun sangat terpengaruh oleh Black sabbath dan terlihat pada karya-karyanya. Dalam wawancaranya dengan media Consequence, Steve Harris, basis Iron Maiden mengakui bahwa ia mendengarkan Black Sabbath saat ia masih sekolah. Ia bahkan menganggap album Paranoid (1970) yang membuatnya ingin bermain musik. Selain itu, vokalis Iron Maiden, Bruce Dickinson, bersama Godspeed pada tahun 1994 juga pernah meng-cover Sabbath Bloody Sabbath, lagu Black Sabbath tahun 1973 yang diambil dari album dengan judul yang sama.

Sementara band grind metal Napalm Death adalah band asal kota Birmingham, kota kelas pekerja sekaligus tempat lahir Ozzy Osbourne dan band Black Sabbath. Kesamaan letak geografis, lingkungan sosial, dan juga kondisi politik membuat mereka mempunyai semangat yang sama dalam berkarya. Di samping “Jailbreak” (Thin Lizzy) dan “Killing Machine” (Judas Priest), album metal yang paling mempengaruhi musikalitas Shane Embury, bassist Napalm Death, adalah “Never Say Die” (Black Sabbath). Sang vokalis, Barney Greenway, juga sangat bangga dengan akar Birminghamnya sehingga ia merasa dekat secara batin dengan Tony Iommi, Bill Ward, dan tentu saja Ozzy Osbourne.

Dua band Nu Metal yang saya kenal yaitu Korn dan Slipknot ternyata juga mengakui kedekatan musikalitasnya dengan Black Sabbath. Core Taylor menganggap Black Sabbath adalah cetak biru dari pembentukan band Slipknot. Sedangkan vokalis Korn Jonathan Davis menganggap Black Sabbath membantu menciptakan musik heavy metal. Ia sudah familier dengan Ozzy Osbourne sejak usia 13 tahun melalui saluran televisi. Saking akrabnya, ia bisa mengenali suara Ozzy Osbourne hanya dua detik setelah ia mendengarnya.

Belum lagi beberapa musisi idola saya yang ikut meramaikan konser perpisahannya yang disaksikan 40.000 heaadbanger dari seluruh dunia. Di jajaran penampil ada Tom Morello (Rage Against The Machine), Billy Corgan (Smashing Pumkins), Steven Tyler (Aerosmith), Fred Durst (Limp Bizkit), Chad Smith (Red Hot Chilli Peppers), Travis Barker (Blink 182), dan band yang hadir secara penuh seperti Pantera, Lamb of God, Slayer, Tool, Guns N’ Roses dan Metallica. Sebuah panggung metal termegah yang pernah ada di abad ini!

Pada lagu terakhir yang dibawakan Ozzy Osbourne malam hari itu, Mamma, I’m Coming Home, banyak penonton yang meneteskan air mata. Mereka seolah berat hati untuk melepas sang legenda yang berjasa besar membukakakn jalan bagi band-band di era setelahnya dalam satu rumah yang bernama metal. Namun Ozzy lebih tahu kapan dan bagaimana cara terbaik mengucapkan perpisahan pada semua yang mencintainya. Lewat berbagai platform, momen itu benar-benar menjadi salam terakhir “Sang Pangeran Kegelapan” pada gemerlap panggung dunia. Perfect Farewell, Goodbye Ozzy Osbourne…[]

Tags: Black Sabbathesaikukuh basuki rahmatmusikmusisiobituariozzy osbourne
ShareTweetSendShare
Previous Post

Hisap Aku hingga Putih dan Puisi Lainnya

Next Post

Perjalanan Menuju Akar Pohon Kopi

Kukuh Basuki Rahmat

Kukuh Basuki Rahmat

Penulis dan musisi alumnus Magister Psikologi UGM. Aktif menulis cerpen, esai, resensi buku, dan sedang berusaha menyelesaikan novel dan buku teks. Kini menjadi kontributor di Tirto.id dan anggota komunitas Radio Buku. Dapat disapa via IG @basczky.

Artikel Terkait

Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
Esai

Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains

12 February 2026

Ketika hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada tahun 2025 dari murid-murid kelas 12 Sekolah Menengah Atas dan sederajat dikatakan rendah,...

Memanusiakan Teknologi
Esai

Memanusiakan Teknologi

31 January 2026

Ada satu ironi yang sering luput kita sadari. Semakin canggih teknologi yang kita banggakan, semakin sering pula kita menemukan manusia...

Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
Esai

Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan

17 December 2025

Ada satu hal yang selalu membuat saya terdiam lama setiap kali mampir ke toko buku: harga buku yang makin hari...

Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar
Esai

Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar

21 October 2025

Penulis: Jean-Luc Raharimanana Penerjemah: Ari Bagus Panuntun   2002. Buku-buku dibakar di depan rumah ayahku. Adalah militer. Adalah milisi. Mereka...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Menulis Puisi

Menulis Puisi

31 March 2021
Gambar Artikel Wahdatul Wujud: Sebuah Dialog Singkat Islam-Kristen

Wahdatul Wujud: Sebuah Dialog Singkat Islam-Kristen

10 January 2021
Kultur Musiman

Kultur Musiman

1 October 2021
Soledad

Soledad

7 September 2021

Jalan Sunyi dengan Ribuan Bunyi

24 October 2021
Gambar Artikel Filsuf yang Curhat dan Nasehat Seorang Jomblo

Filsuf yang Curhat dan Nasehat Seorang Jomblo

11 January 2021
Bersetubuh dengan Kata

Bersetubuh dengan Kata

24 March 2021
Pekerja Malam

Pekerja Malam

28 April 2021
Gambar Artikel Game yang lagi viral tahun 2021. Higgs Domino. Chip. Spin. Game yang menghasilkan Uang

Game yang Lagi Viral di Tahun 2021

23 April 2021
Gambar Artikel Tabiat Arunika dan Kotak Pandora

Tabiat Arunika dan Kotak Pandora

24 November 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (69)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (56)
  • Metafor (222)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (143)
    • Resensi (21)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.