• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Saturday, 07 March 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Kolom Esai

Indonesia Tidak Punya Filsafat?

Alfin Falah by Alfin Falah
27 April 2021
in Esai
0
Indonesia Tidak Punya Filsafat?

https://unsplash.com/photos/zeH-ljawHtg

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Setelah 4 tahun berkutat pada filsafat Barat, Timur dan Islam di bangku kuliah, lantas saya bertanya-tanya, apakah Indonesia benar-benar tidak memiliki pemikiran filsafat yang dilahirkan secara “mandiri” oleh pemikir-pemikir nasional setidaknya seperti di negara-negara Timur (Tiongkok, Jepang dan India)? Apakah tokoh-tokoh pemikir Indonesia menderita kemiskinan orisinalitas, atau hanya sekedar tak terekspos seluas-luasnya sehingga diakui oleh dunia? Pertanyaan itu yang coba saya cari belakangan ini dan coba saya uraikan pada tulisan singkat ini.

Filsafat merupakan suatu diskursus ilmu yang unik. Ia berdiri sendirian di belakang layar kontestasi ilmu-ilmu terapan seperti matematika, fisika, kimia hingga seni dan sastra. Lebih dari itu, filsafat bahkan disebut sebagai asal mula berbagai ilmu terapan. Keunikan-keunikan tersebut memantik saya untuk mencari lebih jauh filsafat yang asli lahir dari pemikir-pemikir Indonesia.

Definisi filsafat sejauh ini masih berputar dalam kesimpang-siuran. Setiap orang yang disebut sebagai filsuf di masa lampau memiliki definisinya masing-masing tentang filsafat. Phytagoras, misalnya, menjadi orang pertama yang menyebut istilah philoshopos (kecintaan pada kebijaksanaan). Istilah ini lalu digunakan Plato untuk menyebut gurunya, Socrates, yang telah menciptakan istilah sophos. Istilah sophos ini digunakan untuk menyebut pendidik atau orang bijak pada zaman Yunani kuno.

Ibnu Sina, seorang filsuf muslim mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan yang berupaya untuk mencari hakikat kebenaran. Di Barat, Thomas Hobbes, seorang filsuf Inggris mendefinisikan filsafat sebagai ilmu yang berupaya menjelaskan hubungan sebab dan akibat suatu perubahan.

Nah, dari berbagai definisi yang demikian beragam, apakah pemikir-pemikir di Indonesia dari masa Nusantara hingga sekarang tidak ada satupun yang masuk ke dalamnya? Jika hanya dibatasi pada orang-orang yang mencintai kebijaksanaan, tentu saja Indonesia punya jutaan tokoh yang berlaku demikian. Namun, apakah pertanyaan ini selesai begitu saja? Jawabannya: sayangnya tidak.

Pada tahun 1940, seorang cendekiawan Belanda, Dr. I. J. Brugmans menyatakan bahwa berbeda dengan India yang memiliki filsafat sendiri, Indonesia tidak memiliki filsafat yang orisinal. Pendapat ini lalu dikritik oleh seorang pakar sastra Jawa dan budayawan, Peter Josephus Zoetmulder.

Bagi Zoetmulder, filsafat dapat didefinisikan sebagai pencarian tentang hakikat wujud yang sifatnya mendalam dan mendasar. Definisi ini dapat ditemukan pada kebudayaan jawa, misal pada karya-karya sastra Jawa seperti Serat Centini, Serat Wirid Hidayat Jati, dan karya-karya lain atau hasil pemikiran yang diaplikasikan melalui cara orang-orang Jawa menjalani kehidupan sehari-hari.

Memang, perlu diakui bahwa pemikiran-pemikiran asli Jawa, misal, masih kurang tercatat secara sistematis seperti karya-karya filsafat yang ada di Barat. Pemikiran filsafat Jawa biasanya tertuang pada serat-serat, karya sastra atau cerita-cerita yang disampaikan dari mulut ke mulut. Jika hanya karena demikian, lantas pantaskah produk-produk pemikiran kebijaksanaan  tersebut dikatakan sebagai filsafat yang tidak orisinal?

Di Barat dan di Timur, kita mengenal berbagai karya sastra yang dianggap sebagai karya yang filosofis. Filsafat Cina misal, banyak produk-produk filsafat yang hanya dihasilkan melalui lisan yang disebarluaskan oleh pengikut seorang filsuf dari mulut ke mulut. Dari Perancis kita mengenal Albert Camus dan Jean Paul Sartre yang menuangkan pemikiran-pemikiran filsafatnya melalui karya sastra. Jika orisinalitas filsafat di Indonesia dipersoalkan karena kurangnya sistematisasi pemikiran, maka rasa-rasanya kurang tepat menyebut pemikiran filsuf-filsuf Indonesia tidak orisinal.

Lebih jauh dari itu, mari kita melihat budaya filsafat Barat yang bercorak dialektik (saling bantah) sebagai pembanding. Agaknya di sinilah kita dapat menemui jalan keluar mengenai apakah Indonesia memiliki filsafat asli atau tidak. Mohammad Nasroen, dalam buku berjudul Falsafah Indonesia yang termasyhur, berpendapat bahwa filsafat di Indonesia memiliki corak yang jelas berbeda dengan filsafat Barat atau Timur. Corak unik yang dimiliki oleh filsafat di Indonesia adalah visinya yang anti terhadap dialektika perbedaan. Filsafat di Indonesia berusaha untuk tidak melihat perbedaan sebagai sekedar perbedaan. Filsafat Indonesia menelaah lebih jauh masalah perbedaan menjadi sebuah harmoni yang menyatukan.

Filsafat dialektika harmoni ini lantas menjadi falsafah hidup masyarakat Indonesia sekarang ini. Filsafat ini terealisasikan melalui kerukunan antar umat beragama, antar suku hingga golongan. Lima sila dalam Pancasila merupakan bentuk sistematisasi filsafat dialektika harmoni ala Indonesia.

Sumber:

  • Mengenal Filsafat Lebih Dekat Karya Dr. M. Taufik Mandailing
  • Filsafat [di] Indonesia: Pelangi Nusantara Karya Dr. A. Setyo Wibowo, SJ., dkk
Tags: filsafatfilsafat indonesiafilsafat jawaPancasila
ShareTweetSendShare
Previous Post

Anjing dan Kupu-kupu

Next Post

Selamat Bertugas Selamanya!

Alfin Falah

Alfin Falah

Tinggal di Timoho, Yogyakarta. Bisa disapa via Instagram @alfinfalah_f

Artikel Terkait

Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
Esai

Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains

12 February 2026

Ketika hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada tahun 2025 dari murid-murid kelas 12 Sekolah Menengah Atas dan sederajat dikatakan rendah,...

Memanusiakan Teknologi
Esai

Memanusiakan Teknologi

31 January 2026

Ada satu ironi yang sering luput kita sadari. Semakin canggih teknologi yang kita banggakan, semakin sering pula kita menemukan manusia...

Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
Esai

Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan

17 December 2025

Ada satu hal yang selalu membuat saya terdiam lama setiap kali mampir ke toko buku: harga buku yang makin hari...

Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar
Esai

Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar

21 October 2025

Penulis: Jean-Luc Raharimanana Penerjemah: Ari Bagus Panuntun   2002. Buku-buku dibakar di depan rumah ayahku. Adalah militer. Adalah milisi. Mereka...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Kehutanan yang Maha Hijau

Kehutanan yang Maha Hijau

20 November 2020
Dari Rongsokan ke Cambridge dan Harvard

Dari Rongsokan ke Cambridge dan Harvard

4 September 2022
Gambart Artikel : Analisis Puisi Goenawan Muhammad Saya Cemaskan Sepotong Lumpur

Analisis Puisi Goenawan Mohamad “Saya Cemaskan Sepotong Lumpur”

23 April 2021
Kelas Merindu

Kelas Merindu

4 January 2022
Sebuah Pesan Pendek dan Lekukan Mimpi

Sebuah Pesan Pendek dan Lekukan Mimpi

15 March 2021
Buku Mengajak Bicara dengan Diri Sendiri

Buku Mengajak Bicara dengan Diri Sendiri

17 December 2021
Kiriman Nasib dari Seseorang

Kiriman Nasib dari Seseorang

28 January 2021
Takbiran Buruh, Hardiknas Ki Hadjar Dewantara dan Lebaran Pascapandemi

Takbiran Buruh, Hardiknas Ki Hadjar Dewantara dan Lebaran Pascapandemi

2 May 2022
Surat dari Eretria

Surat dari Eretria

7 February 2021
Gambar Artikel Ada yang Tetap Kuat

Ada yang Tetap Kuat

3 November 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (69)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (56)
  • Metafor (223)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (143)
    • Resensi (22)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.